THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 04 Mei 2009

KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA BANDUNG


Bandung sebagai Ibu Kota daerah Tingkat I Provinsi Jawa Barat dulu pernah dijuluki ”Paris Van Java”. Kota indah sejuk dan nyaman.
Namun beberapa tahun terakhir ini kenyamanan tersebut telah terganggu dan terusik karena kemacetan lalu lintas yang sering terjadi antara lain penyebab kemacetan ini adalah karena jumlah kendaraan pribadi menunjukkan penigkatan yang semakin pesat.
Menurut kepala Subdin lalu lintas dan angkutan Dinas Perhubungan, Kota Bandung, (PR. 31 Desember 2007) di jelaskan, saat ini jumlah kendaraan pribadi di Bandung sudah 751.000 unit, dengan 59 % diantaranya sepeda motor. Padahal panjang jalan raya yang ada di Kota Bandung hanya untuk 320.000 kendaraan saja. Pada hari libur jumlah kendaraan itu bisa bertambah 38.000 sampai 125.000, dari kendaraan wisatawan yang masuk ke Kota Bandung, terutama kendaraan berplat B. Jumlah kendaraan yang masuk ke kota Bandung paling banyak masuk dari pintu Tol Pasteur. Kemacetan sering terjadi di jalan Pasteur menuju jalan pasirkaliki dan sukajadi, selain di ruas jalan tersebut, kepadatan juga terjadi di sejumlah ruas jalan tempat belanja (Factory Otlet) dan tempat jajanan seperti di jalan RE Martadinata (Riau), jalan Ir. H. Djuanda (Dago), Jl. Dr. Setiabudi (Ledeng) dan Cihampeulas.
Selain banyaknya warga dari Kota yang berbelanja di Kota Bandung masyarakat Kota Bandung sendiri yang juga hendak berbelanja atau melakukan aktivitas lain.
Penyebab lainnya juga yaitu Bandung menjadi salah satu tujuan dalam bidang pendidikan khususnya bagi para pelajar di Indonesia, karena beberapa Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta di Bandung menjadi tujuan Favorit para calon mahasiswa dengan kata lain kualitas pendidikan di Bandung punya print jelas di banding kota lainnya bagi orang tua untuk menyekolahkan putra putrinya.
Dengan kondisi yang telah disebutkan diatas, tentunya kita dapat mengerti dan mamaklumi mengapa Kota Bandung kini suasana sesak dan lalu lintasnya sering macet.
Kepala Subdin lalu lintas dan angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung akan mengembangkan berbagai kendaraan angkutan umum sebagai salah satu alternatif mengurangi banyaknya kendaraan pribadi dan berganti ke angkutan masal. Tapi, tentunya kualitas pelayanan harus lebih baik agar menarik minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum selain itu pula kedepan katanya sudah disepakati untuk membuka layanan kereta api untuk rute jarak dekat, pembangunan kereta gantung, hingga pembuatan monorel. ”MOU – nya sebenarnya sudah dibuat, tapi sampai saat ini masih menunggu mista (PR. 31 Desember 2007).
Semoga saja hal ini segera terlaksana sehingga julukan ”Paris Van Java” bisa benar-benar terwujud indah, nyaman dan bebas dari kemacetan.

0 komentar: