THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 15 Mei 2009

Sejarah Perkembangan Billiard


Sejarah perkembangan olahraga billiard di Indonesia pertama kali muncul dari kalangan masyarakat lapisan bawah. Masyarakat tersebut sebagian besar merupakan orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan (pengganguran bahkan pekerja kasar) dan lokasi tempat bermainnya identikd engan tempat-tempat kumuh, pandangan negative pada olahraga itu sendiri.
Berbeda dengan asal perjalanan billiard yang ditemukan abad ke 15 di Eropa Utara yang mengalami kemajuan pesat, sehingga menjadi kegiatan olahraga yang dilakukan oleh semua kalangan baik raja, presiden, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya. Pada waktu Negara-negara Eropa melakukan penjajahan di daratan Asia, mereka (penjajah) membawa “kebiasaannya” tersebut yaitu bermain billiard ke lingkungan tempat mereka menjajah, diantaranya Indonesia, Philipina dan Negara Asia lainnya. Hal tersebut justru membuat olahraga billiard sangat popular di Asia sekarang ini dibandingkan di Negara-negara Eropa, bahkan para pemain-pemain professional billiard justru didominasi oleh orang-orang Asia. Terlihat dari munculnya pemain –pemain Asia yang sering menjuarai pertandingan billiard bergengsi. Seperti Efren Reyes, Fransisco Bustamante (Philipina), Cho Fong Pang (Taiwan). Bahkan yang lebih hebat lagi, pada tahun 2005 juara dunia billiard bola 9 dan bola 8 yaitu Wu Chia Ching, bocah berumur 16 tahun dari Taiwan. Serta masih sangat banyak lagi pemain-pemain Asia yang menjadi juara dunia atau menjadi pemain professional.

Karakteristik Billiard
a.Pandangan Positif
Billiard merupakan olahraga yang dapat membuat hati sennag bahkan dapat menghilangkan kejenuhan jika dilihat secara psikologis. Tetapi bukan itu saja, olahraga billiard justru sudah dijadikan sebagai ajang untuk mencari bisnis oleh para pekerja bisnis di Indonesia, terlihat dari banyaknya rumah billiard di Indonesia, pada tahun 2000 sampai sekarang sudah 400 rumah billiard di Jabotabek.
Hal tesebut meningkatkan citra baik olahraga billiard di Indonesia, karena mulai banyak sponsor dari perusahaan-perusahaan besar yang ingin melakukan branding area (melakukan pengiklanan dis ebuah arena) dan banyak para atlet Indonesia memperoleh sponsor bertanding oleh perusahaan-perusahaan yang ingin beriklan.

b.Pandangan Negatif
Olahraga billiard merupakan olahraga yang cukup berkembang di Indonesia, bahkan di dunia sangat banyak para pebisnis sengaja mencari keuntungan dari olahraga billiard ini. Sehingga olahraga ini terbilang sedikit mahal dan variatif. Untuk bermain satu jam dapat mengeluarkan uang sebesar rp. 10.000,00 – rp 50.000,00.
Meskipun olahraga ini terbilang mahal, masih banyak anggapan negative masyarakat tentang billiard. Karena sebagian masyarakat masih merasa takut dan kurang nyaman untuk masuk ke rumah billiard, terlebih untuk mencoba, karena masyarakat masih menganggap billiard identik dengan hal-hal yang berbau negatif.
Seperti yang diutarakan oelh Ralf Suquet (juara dunia 1996 dari Jerman) mengenai pendapatnya tentang olahraga billiard yang masih identik dengan judi atau hal-hal negatif. “Saya tidak sependapat, kalau ada yang mengatakan demikian. Dikarenakan, billiard sekarang ini adalah olahraga yang hampir di setiap negara berkembang dengan pesat. Billiard itu salah satu cabang olahraga dan saya tidak sependapat juga kalau dikatakan olahraga judi atau berbau hal-hal negatif. Itu tergantung dari orangnya saja. Dan, saya memang tidak eprnah bermain judi dari billiard itu. Sejak kecil hanya latihan serius agar bias berprestasi.” Ujar Suquet

0 komentar: